• home
  • profil
  • galeri
  • contack Us
  • about Us

Tholabul 'Ilm 'Ala Manhaj Salaf

Tafsir dan Hadits

  • Beranda
  • Aqidah
  • Tafsir
  • Hadits
  • Fiqih
  • Artikel
  • Hadits Arbain
  • Kajian Hadits
  • Nasehat
  • Buku Tamu

Senin, 17 Oktober 2016

bismillahira
Diposting oleh Unknown di 19.24 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

kitab shalat

Bismilahirrahmanirrahiim

Cari Blog Ini

Blog Archive

  • ►  2014 (72)
    • ►  Januari (39)
    • ►  Februari (15)
    • ►  Maret (10)
    • ►  April (4)
    • ►  Mei (4)
  • ►  2015 (6)
    • ►  Januari (2)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Maret (3)
  • ▼  2016 (1)
    • ▼  Oktober (1)
      • bismillahira

About

Hati jadi baik karena perbuatan yang baik.perbuatan jadi baik karena niat yang baik.

Daftar Blog Saya

Apa hukumnya melalaikan shalat dan meninggalkan shalat?....

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Makbatul Ilmu At-Tafsir wa Al-Hadits

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Mengenai Muhammad Abu Samah Al Hafidz

Unknown
Lihat profil lengkapku

Translate

Total Tayangan Halaman

Powered By Blogger

Al-Ilmu

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Aqidah

Bismillahirrahmanirrahiim

Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar
Powered By Blogger
Silakan Login melalui blogger


membuat blog

Murottal

Blogger Widgets

Entri Populer

  • Larangan Menghina Sesama
    Larangan Menghina Sesama LARANGAN MENGHINA SESAMA Bismillaahirrahmaanirrahiimi Assalamualaikum Warahmatullai Wabarkaatuh #Oleh: Abu S...
  • ALLAH AKAN MEMAHAMKAN TENTANG AGAMA
    ALLAH AKAN MEMAHAMKAN TENTANG AGAMA Kepada kaum muslimin kita harus bertakwa kepada Allah setiap saat. Istiqamah dalam mengamalkan a...
  • AFSUS SALAM (MENYEBARLUASKAN SALAM)
    Kata salam dalam Bahasa Arab mempunyai arti keselamatan, kesejahteraan atau kedamaian. Makna salam adalah do'a seorang Muslim kep...
  • Pengertian Dan Hakikat Jujur Menurut Islam
    Pengertian dan Hakikat Jujur Menurut Islam Bismillaahirrahmaanirrahiimii Assalamualaikum Warahmatullai Wabarkaatuh #Oleh: Abu S...
  • Hadits Tentang Islam, Iman,dan Ihsan
     الحديث الثاني عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال : بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شدي...
  • KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI PADA HARI JUM'AT
    Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jum'at Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepa...
  • Setiap Umatku Akan Masuk Surga
    SETIAP UMATKU AKAN MASUK SURGA KECUALI YANG ENGGAN Bismillaahirrahmaanirrahiimi Assalamualaikum Warahmatullai Wabarkaatuh #Oleh:...
  • Keutamaan Anak Yang Sholeh
    Keutamaan Anak Yang Sholeh Bismillaahirrahmaanirrahiimi Assalamualaikum Warahmatullai Wabarkaatuh #Oleh: Abu Samah Al-Hafidz    ...
  • SHALAT SYURUQ
    SHALAT SYURUQ Shalat isyraq adalah shalat dua rakaat setelah matahari terbit dan meninggi, bagi yang shalat Fajar secara berjamaah d...
  • SESUNNGUHNYA ALLAH TIDAK MELIHAT KAPADA RUPA KALIAN AKAN TETAPI MELIHAT HATI KALIAN
    ALLAH TIDAK MELIHAT KEPADA RUPA KALIAN AKAN TETATP ALLAH MELIHAT KEPADA HATI KALIAN Inilah Maksud Hadits “Sesungguhnya Allah tidak m...

Aqidah

Bismillahirrahmanirrahiim...

PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN AQIDAH DALAM ISLAM

Pengertian Aqidah

Aqidah secara bahasa berasal dari kata ( عقد) yang berarti ikatan. Secara istilah adalah keyakinan hati atas sesuatu. Kata ‘aqidah’ tersebut dapat digunakan untuk ajaran yang terdapat dalam Islam, dan dapat pula digunakan untuk ajaran lain di luar Islam. Sehingga ada istilah aqidah Islam, aqidah nasrani; ada aqidah yang benar atau lurus dan ada aqidah yang sesat atau menyimpang.

Dalam ajaran Islam, aqidah Islam (al-aqidah al-Islamiyah) merupakan keyakinan atas sesuatu yang terdapat dalam apa yang disebut dengan rukun iman, yaitu keyakinan kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta taqdir baik dan buruk. Hal ini didasarkan kepada Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Shahabat Umar bin Khathab radiyallahu anha yang dikenal dengan ‘Hadits Jibril’.

Kedudukan Aqidah dalam Islam

Dalam ajaran Islam, aqidah memiliki kedudukan yang sangat penting. Ibarat suatu bangunan, aqidah adalah pondasinya, sedangkan ajaran Islam yang lain, seperti ibadah dan akhlaq, adalah sesuatu yang dibangun di atasnya. Rumah yang dibangun tanpa pondasi adalah suatu bangunan yang sangat rapuh. Tidak usah ada gempa bumi atau badai, bahkan untuk sekedar menahan atau menanggung beban atap saja, bangunan tersebut akan runtuh dan hancur berantakan.

Maka, aqidah yang benar merupakan landasan (asas) bagi tegak agama (din) dan diterimanya suatu amal. Allah subahanahu wata`ala berfirman,

Artinya: “Maka barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya (di akhirat), maka hendaklah ia beramal shalih dan tidak menyekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Q.S. al-Kahfi: 110)

Allah subahanahu wata`ala juga berfirman,

Artinya: “Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada nabi-nabi sebelummu, bahwa jika engkau betul-betul melakukan kesyirikan, maka sungguh amalmu akan hancur, dan kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.” (Q.S. az-Zumar: 65)

Mengingat pentingnya kedudukan aqidah di atas, maka para Nabi dan Rasul mendahulukan dakwah dan pengajaran Islam dari aspek aqidah, sebelum aspek yang lainnya. Rasulullah salallahu `alaihi wasalam berdakwah dan mengajarkan Islam pertama kali di kota Makkah dengan menanamkan nilai-nilai aqidah atau keimanan, dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu selama kurang lebih tiga belas tahun. Dalam rentang waktu tersebut, kaum muslimin yang merupakan minoritas di Makkah mendapatkan ujian keimanan yang sangat berat. Ujian berat itu kemudian terbukti menjadikan keimanan mereka sangat kuat, sehingga menjadi basis atau landasan yang kokoh bagi perjalanan perjuangan Islam selanjutnya. Sedangkan pengajaran dan penegakan hukum-hukum syariat dilakukan di Madinah, dalam rentang waktu yang lebih singkat, yaitu kurang lebih selama sepuluh tahun. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita mengenai betapa penting dan teramat pokoknya aqidah atau keimanan dalam ajaran Islam.

SUMBER, METODE DAN CARA PENGAMBILAN AQIDAH ISLAM

Sumber-sumber Aqidah Islam

Aqidah Islam adalah sesuatu yang bersifat tauqifi, artinya suatu ajaran yang hanya dapat ditetapkan dengan adanya dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Maka, sumber ajaran aqidah Islam adalah terbatas pada al-Quran dan Sunnah saja. Karena, tidak ada yang lebih tahu tentang Allah kecuali Allah itu sendiri, dan tidak ada yang lebih tahu tentang Allah, setelah Allah sendiri, kecuali Rasulullah salallahu `alaihi wasalam.

Metode Memahami Aqidah Islam dari Sumber-sumbernya Menurut Para Shahabat

Generasi para shahabat adalah generasi yang dinyatakan oleh Rasululah sebagai generasi terbaik kaum muslimin. Kebaikan mereka terletak pada pemahaman dan sekaligus pengamalannya atas ajaran-ajaran Islam secara benar dan kaffah. Hal ini tidak mengherankan, karena mereka adalah generasi awal yang menyaksikan langsung turunnya wahyu, dan mereka mendapat pengajaran dan pendidikan langsung dari Rasulullah salallahu `alaihi wasalam. Setelah generasi shahabat, kualifikasi atau derajat kebaikan itu diikuti secara berurutan oleh generasi berikutnya dari kalangan tabi’in, dan selanjutnya diikuti oleh generasi tabi’ut tabi’in. Tiga generasi inilah yang secara umum disebut sebagai generasi salaf. Rasulullah bersabda tentang mereka,

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah generasi pada masaku, lalu generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya…” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Generasi salaf yang shalih (al-salaf al-shalih) mengambil pemahaman aqidah dari al-Quran dan sunnah dengan metode mengimani atau meyakini semua yang diinformasikan (ditunjukkan) oleh kedua sumber tersebut. Dan apa saja yang tidak terdapat dapat dalam kedua sumber itu, mereka meniadakan dan menolaknya. Mereka mencukupkan diri dengan kedua sumber tersebut dalam menetapkan atau meniadakan suatu pemahaman yang menjadi dasar aqidah atau keyakinan.

Dengan metode di atas, maka para shahabat, dan generasi berikutnya yang mengikuti mereka dangan baik (ihsan), mereka beraqidah dengan aqidah yang sama. Di kalangan mereka tidak terjadi perselisihan dalam masalah aqidah. Kalau pun ada perbedaan, maka perbedaan di kalangan mereka hanyalah dalam masalah hukum yang bersifat cabang (furu’iyyah) saja, bukan dalam masalah-masalah yang pokok (ushuliyyah). Seperti ini pula keadaan yang terjadi di kalangan para imam madzhab yang empat, yaitu Imam Abu Hanifah (th. 699-767 M), Imam Malik (tahun 712-797), Imam Syafi’i (tahun 767-820), dan Imam Ahmad (tahun 780-855 M).

Karena itulah, maka mereka dipersaksikan oleh Rasulullah saw sebagai golongan yang selamat, sebagaimana sabda beliau,

Artinya: “Mereka (golongan yang selamat) adalah orang-orang yang berada di atas suatu prinsip seperti halnya saya dan para shahabat saya telah berjalan di atasnya.” (H.R. Tirmidzi)

Kajian Hadits

Hadist tentang marah


Berikut adalah beberapa hadist Nabi Muhammad saw tentang marah dari kitab muntakhab ahadist.

1.Dari ibnu Abbas r,huma dari Nabi saw,beliau bersabda.”Ajarkanlah(perkara agama kepada manusia),berilah kabar gembira,dan janganlah mempersulit.Dan apabila seseorang dari kalian MARAH,maka hendaklah ia DIAM.(HR Ahmad)



‎2.Dari ‘Athiyah r a berkata,RAsulullah saw bersabda,”Sesungguhnya marah itu berasal dari syetan,dan sesungguhnya Syetan itu di ciptakan dari api,sedangkan api hanya bisa dipadamkan dengan air.Oleh karena itu,apabila seorang dari kalian marah,maka hendaklah ia berwudhu(HR Abu DAwud)

3.Dari Abdullah bin umar r.huma meriwayatkan,Rasulullah saw bersabda,”tidaklah seorang hamba menelan satu tegukan yang lebih utama (lebih disukai)disisi Allah ‘Azza wa jalla dari pada satu tegukan kemarahan yang ia telan(tahan) semata-mata karena mengharap keridhaan Allah swt(HR Ahmad)

‎4.Dari Mu’adz ra meriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”barang siapa yang menahan amarahnya , padahal ia mampu untuk meluapkan marahnya,maka pada hari kiamat Allah akan memanggilnya kehadapan seluruh mahluk, lalu dia mempersilahkan padanya untuk memilih bidadari mana yang ia suka (HR Abu Dawud)

‎5.Dari Anas bin MAlik ra,sesungguhnya Rasulullah saw bersabda ,”barang siapa yang menjaga lidahnya (dari membicarakan aib orang lain)maka Allah akan menutupi aibnya(kesalahannya).Barang siapa yang menhan MARAHnya,maka Allah akan menahan ADZAB-Nya terhadap dirinya pada hari kiamat,Dan barang siapa yang meminta maaf kepada Allah ‘Azza wa jalla maka Allah akan menerima permintaan maafnya(HR BAihaqi)

semoga bermanfaat
Tulisan Berjalan disini

Blog Artikel.com

Seorang Mukmin adalah seorang juru damai yang agung, yang bisa menghimpun bukan memecah belah, yang memperbaiki bukan merusak; Bijak dalam mendamaikan pihak yang bertikai. Dan sebagai imbal baliknya, banyak orang yang mendoakan kebaikan untuknya dan memujinya karena dia telah mendamaikan dan menyelamatkan dari perpecahan. Orang yang memperhatikan realita saat ini, dia akan dapati adanya keretakan yang menggores kemurnian kecintaan dan jalinan persaudaraan. Hal ini nampak dari hawa nafsu yang dituruti, kebakhilan dan ketamakan yang diikuti, dan kebanggan terhadap pendapat sendiri. Sungguh benar Rasûlullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau bersabda : Sesungguhnya syaitan telah putus asa dari (mendapatkan) penyembahan dari orang-orang yang shalat di jazirah arab, akan tetapi dia akan selalu mengadu domba di antara mereka. Ketika terjadi pertengkaran dan pertikaian, maka perdamaian menjadi suatu yang sangat terpuji. Jika perselisihan adalah keburukan, pertengkaran dan pertikaian adalah aib, maka sebaliknya, perdamaian dan usaha mendamaikan adalah sebuah rahmat.
Powered By Blogger

Entri Populer

  • Larangan Menghina Sesama
    Larangan Menghina Sesama LARANGAN MENGHINA SESAMA Bismillaahirrahmaanirrahiimi Assalamualaikum Warahmatullai Wabarkaatuh #Oleh: Abu S...
  • ALLAH AKAN MEMAHAMKAN TENTANG AGAMA
    ALLAH AKAN MEMAHAMKAN TENTANG AGAMA Kepada kaum muslimin kita harus bertakwa kepada Allah setiap saat. Istiqamah dalam mengamalkan a...
  • AFSUS SALAM (MENYEBARLUASKAN SALAM)
    Kata salam dalam Bahasa Arab mempunyai arti keselamatan, kesejahteraan atau kedamaian. Makna salam adalah do'a seorang Muslim kep...
  • Pengertian Dan Hakikat Jujur Menurut Islam
    Pengertian dan Hakikat Jujur Menurut Islam Bismillaahirrahmaanirrahiimii Assalamualaikum Warahmatullai Wabarkaatuh #Oleh: Abu S...
  • Hadits Tentang Islam, Iman,dan Ihsan
     الحديث الثاني عن عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال : بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شدي...
  • KEUTAMAAN MEMBACA SURAH AL-KAHFI PADA HARI JUM'AT
    Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jum'at Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepa...
  • Setiap Umatku Akan Masuk Surga
    SETIAP UMATKU AKAN MASUK SURGA KECUALI YANG ENGGAN Bismillaahirrahmaanirrahiimi Assalamualaikum Warahmatullai Wabarkaatuh #Oleh:...
  • Keutamaan Anak Yang Sholeh
    Keutamaan Anak Yang Sholeh Bismillaahirrahmaanirrahiimi Assalamualaikum Warahmatullai Wabarkaatuh #Oleh: Abu Samah Al-Hafidz    ...
  • SHALAT SYURUQ
    SHALAT SYURUQ Shalat isyraq adalah shalat dua rakaat setelah matahari terbit dan meninggi, bagi yang shalat Fajar secara berjamaah d...
  • SESUNNGUHNYA ALLAH TIDAK MELIHAT KAPADA RUPA KALIAN AKAN TETAPI MELIHAT HATI KALIAN
    ALLAH TIDAK MELIHAT KEPADA RUPA KALIAN AKAN TETATP ALLAH MELIHAT KEPADA HATI KALIAN Inilah Maksud Hadits “Sesungguhnya Allah tidak m...
I Love Wati Damayanti
    AbuSamah TV.com



    Tweet


    Share

    Cara Membuat



    Maktabah Abu Samah Al Hafidz

    SMS Online Gratis ke HP

    Asmaul Husna
    Maktabah Abu Samah Al Hafidz .com. Diberdayakan oleh Blogger.